Uncategorized

ISSUE NO.5: BACA

‚Äč

Sumber foto: koleksi pribadi

Gue kemarin pulang kampung halaman berhubung sebentar lagi mau hari raya Idul Adha. Ketika sudah di rumah gue bersih-bersih rumah dan melihat tumpukan buku-buku gue, kebanyakan berupa novel, yang agak berdebu di meja belajar. Di antara buku-buku itu banyak yang belum selesai gue baca, bahkan beberapa belum gue baca sama sekali.  Dan kalo gue piker pikir, jaman sekarang sepertinya orang semakin jarang meluangkan waktu untuk membaca buku. Bahkan menurut gue, banyak orang  yang bukan hanya malas membaca buku,  tapi juga malas untuk melakukan hal yang lebih sederhana, yaitu membaca itu sendiri.
Kita pasti familiar dengan ungkapan yang mengatakan “buku adalah jendela dunia”. Ungkapan ini bermaksud bahwa buku adalah media yang  tepat untuk mencari informasi tentang berbagai hal di bumi ini. Namun, seiring perkembangan jaman, hadirnya internet, smartphone, laptop dan berbagai media lainnya membuat orang semakin banyak yang tidak memilih buku untuk melihat dunia. Ketika hendak mencari informasi, kebanyakan orang akan lebih memilih untuk googling di laptop atau smartphone. Bukan hal yang salah, karena ini adalah cara yang lebih praktis dan informasi yang didapat pun bisa lebih beragam dari berbagai sumber. Namun belakangan gue menemukan sejumlah fenomena yang mengindikasikan bahwa netizen Indonesia menunjukkan minat baca yang rendah. kalian mungkin pernah melihat komentar-komentar di media sosial yang memiliki caption yang panjang atau menautkan ke link sebuah artikel yang seperti ini:

Ah, panjang banget males bacanya.(tanda kemalasan yang sungguh terpampang nyata)



Jadi ada yang bisa ngasih tau inti tulisan tadi apaan? (Berharap ada yang mau bikin ringkasan isi tulisan, dan biasanya emang ada sih, jadi top comment pula)

Nyeletuk aja bisanya lo, makanya baca sampe habis. (Balasan kepada sebuah komen yang biasanya cuma baca judul (yang click bait pula) dan gak baca sampe habis, kemudian ngasih komen yang ngawur.)

Udah ada di deskripsi ya, silahkan di cek lagi (sering ditemukan di akun toko online, nanya harga, padahal udah jelas ada di deskripsi atau malah udah dipajang di foto produk.)

Hal ini menunjukan bahwa tingkat minat baca netizen yang kurang bagus. Well, tidak semuanya sih, masih banyak juga pasti yang baca sampai habis dan memahami isi yang ingin disampaikan. Tapi walau nampaknya sepele (dan menyebalkan tentu saja), masih seringnya komen-komen semacam itu ditemukan menunjukkan ini bukan hal yang bisa disepelekan. Selain itu, malas untuk membaca sebuah informasi bisa menimbulkan dampak yang negatif, apalagi bila kemudian si pembaca membagikan info tersebut ke pihak lain yang kemudian ternyata infonya salah gara-gara yang ngasih info malas untuk baca sumber infonya sampe habis. Lebih jauh lagi, kalo cuma buat baca caption atau artikel blog yang cuma ratusan kata aja malas, apa kabar dengan buku-buku beratus-ratus lembar dan beribu-ribu kata? Jangan sampai jendela-jendela dunia ini menjadi semakin berdebu dan berkarat gara-gara semakin jarang ada tangan yang membuka lembar demi lembarnya. 
Tulisan ini diikutsertakan dalam arisan blog yang diadakan oleh Pena Blogger Banua, komunitas Blogger Banjarmasin, yang kalian bisa tengok tulisan-tulisannya di sini, Website Karya Anak Banua. Sekian. Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *